Tugas Online Matematika
April 02, 2020
Kamis, 2 April 2020
Analisa, Dampak, dan Pencegahan Pandemi COVID - 19
LUQMAN SUKMA RIFAADA
X IPA 4
SMA PLUS PGRI CIBINONG
Assalamualaikum Wr.Wb
Bogor - Semenjak mewabahnya virus mematikan di akhir 2019 lalu hingga hari ini, kita seringmendengar kata "Virus Corona" dan "COVID-19"( Corona Virus Disease ). Virus corona adalah keluarga besar virus yang bisa menyebabkan penyakit sistem pernapasan paling parah, sseperti MERS dan SARS, Virus ini dapat menyebar ke setiap manusia dengan melalui kontak fisik langsung seperti bersalaman, dan juga bisa melalui udara yang dimana virus tersebut bisa menyebar dari bersin/batuk dari seseorang yang positif terpapar virus corona ini.
Kasus Virus Corona atau COVID-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir 2019 lalu. Virus yang belum ditemuka penawarnya ini tidak terkendali penyebarannya, setidaknya sudah lebih dari 200 negara di dunia ini yang melaporkan negaranya terpapar Virus Corona. Hingga pada awal Maret 2020 ditemukan adanya kasus Virus Corona pada WNI di Depok, Jawa Barat. Jumlah data kasus Virus Corona hingga Selasa, 31 Maret 2020 ditemukan adanya 1.528 kasus Virus Corona di Indonesia yang dimana 81 orang dinyatakan pulih, 136 orang meninggal dunia. Dengan adanya data tersebut semakin banyak orang yang waspada terhadap Virus Corona ini.
Pakar ilmu Matematika Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah memprediksi puncak dari wabah Virus Corona yang terjadi pada Mei 2020 mendatang. Namun perkiraan masa berakhirnya Virus Corona ini tidak dapat diperkirakan karena sesuai dengan langkah kebijakan pemerintah terhadap penanggulangan virus ini. Ilmuwan tersebut ialah, Sutanto Sastraredja. Beliau menggunakan model SIQR untuk menganalisa penyebaran COVID-19.
Dilihat dari grafik penyebaran Virus Corona dari awal bulan Maret hingga tanggal 27 Maret kemarin, terlampir meningkat drastis akan kasus pandemi Virus Corona. Dengan ini semakin tinggi dampak negatif yang ditimbulkan oleh mewabahnya Virus Corona, Dampak negatif tersebut diantaranya adalah :
- Ekonomi Nasional yang menurun dan tidak terkendali
- Jadwal pendidikan Nasional terganggu
- Meningkatnya angka kematian WNI
- Meningkatnya kemiskinan
- Harga - harga vitamin, dan alat - alat medis melonjak tinggi
Banyak warga yang cemas akan terpaparnya Virus Corona ini, oleh sebab itu banyak dari mereka melakukan panic buying atau membeli berbagai kebutuhan pokok dan juga alat penanggulangan Virus Corona secara berlebihan. Dengan itu barang menjadi langka dan harga jual menjadi melonjak tinggi.
Pemerintah Republik Indonesia telah melakukkan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran Virus Corona di Indonesia. Salah satu cara yang dilakukkan pemerintah yaitu seperti 'Social Distancing' atau berjaga jarak antara satu dengan yang lainnya, hal tersebut merupakan imbauan resmi juga dari WHO, selain itu seluruh warga Indonesia di himbau untuk tetap dirumah dengan melakukkan pekerjaan, belajar, san aktivitas lain di rumah. Namun, tidak semulus berkata, masih banyak warga Indonesia yang tidak menggubis imbauan dari Pemerintah.
Walaupun pemerintah Indonesia belum menerapkan sistem lockdown namun beberapa daerah telah mengambil langkah lokal lockdown atau melakukkan penutupan daerah dan juga tidak beraktivitas di luar rumah yang berlaku di daerah tertentu.
Cara lain yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi pandemi Virus Corona ini adalah sebagai berikut :
- Usahakan selalu tetap berada di rumah, jika keluar rumah lakukan Physical Distancing, dan selalu tetap menjaga kebersihan diri.
- Makanlah makanan yang bergizi dan kaya akan Vitamin, jika perlu minum Vitamin C untuk meningkatkan imunitas diri
- Lakukan olahraga setiap hari di rumah
- Selalu beribadah di rumah
Sekian, informasi tentang Virus Corona atau COVID-19 yang dapat saya berikan, apabila ada kesalahan data mohon di evaluasi.
Wassalamualaikum Wr.Wb



Tidak ada komentar:
Posting Komentar